Fendy Liem's Multiply Site

Blog EntryBeijing-Cheng De Summer Tour - 15-21 May 2008Jun 25, '08 10:07 PM
for everyone

Kamis, tanggal 15 Mei 2008 pukul 20.00 Wib sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta suasana tidak begitu ramai, sambil tunggu peserta yang lain kita ngobrol-gobrol didepan Olala Cafe. Tidak lama satu persatu peserta tour datang dan akhirnya semua peserta tour kumpul, tour leader mengurus checkin sampai pukul 21.30 wib setelah itu kita menuju ruang tunggu dan tepat  pukul 22.00 wib pesawat Garuda Jakarta Beijing tinggal landas.

Sekitar pukul 12:00 ( pukul 11:00 wib selisih satu jam antara Singapore dengan Jakarta) kita mendarat di Changi airport Singapore untuk transit suasana di airport sudah sepi diruang tunggu hanya ada penumpang transit. Tidak lama menunggu kita diminta naik lagi ke pesawat untuk meneruskan perjalanan menuju Beijing.

Perjalanan Singapore Beijing kira-kira memerlukan waktu lima jam, selama lima jam didalam pesawat terasa sangat lama dan boring karena tidak bisa tidur bolak-balik pantat terasa panas walaupun AC didalam pesawat cukup dingin. Akhirnya yang ditunggu tunggu muncul juga, dari jendela pesawat langit diufuk timur terlihat warna jingga kemerah-merahan keluar dari balik awan abu-abu sedikit demi sedikit makin banyak. Ini berarti pagi sudah datang dan pertanda perjalanan ini akan segera tiba ditujuan.

Welcome to Beijing

Dan benar juga sekitar satu jam akhirnya roda pesawat mendarat di Capital International airport Beijing, pesawat berjalan pelan menuju ketempat parkir karena airportnya besar maka diperlukan waktu hampir 20 menit untuk sampai ditempat parkir pesawat. Semua peserta tour turun dan satu persatu melewati pemeriksaan kelengkapan pasport, visa oleh petugas imigrasi China yang tampangnya dingin dan ngga ada senyum. Pasport dicek dengan teliti sambil sekali kali mencocokan photo yang ada dipasport dengan muka kita dan akhirnya selesai sudah prosedur pemeriksaan pasport. Sambil jalan keluar airport beberapa teman mengambil photo dengan latar belakang airport Beijing yang sangat gede dan menurut tour leadernya ini belum selesai semua masih dalam renovasi dalam rangka menyambut Olympiade Beijing 2008.

Hari pertama di Beijing

Tanggal 16 Mei 2008 adalah hari pertama di Beijing. Saat keluar dari airport udara terasa cukup dingin seperti di Puncak waktu pagi hari, walaupun saat ini adalah musim panas. Kita disambut oleh local guide yang bernama Andi dan diantar menuju bus yang akan membawa kita jalan-jalan selama di Beijing. Andi orangnya masih muda dan ramah cukup menguasai bahasa Indonesia bahkan bisa logat seperti orang Jakarta. Andi lulusan Universitas Beijing dengan jurusan bahasa Indonesia. Bus yang kita tumpangi keluar airport langsung menuju Summer Palace. 

Summer Palace adalah Istana musim panas kaisar pada jaman dynasty Ming, kaisar akan melewati musim panas disini sambil menikmati pemandangan alam dan  membaca buku. Di Summer Palace banyak turis yang datang dari berbagai belahan dunia .Saking ramenya masing masing tour guide harus membawa bendera dengan nama tour dan diangkat tinggi tinggi agar peserta tour yang kececer dapat melihat rombongannya. Setelah kira dua jam putar putar menikmati keindahan danau dan bangunan lama dengan arsitektur masa lampau yang begitu tinggi, kami melanjutkan perjalanan ke pabrik mutiara.

Di Pabrik mutiara kita langsung disambut seorang perempuan muda dengan bahasa Inggris cukup fasih, dia mengambil seekor kerang dan meminta kita untuk menebak ada berapa butir mutiara yang didalamnya. Ada yang  menjawab 2, 10, 20 dan seterus, kemudian kerang dibuka ternyata sangat banyak mutiara yang masih kecil-kecil dan mutiara itu dibagi-bagikan kepada rombongan. Selanjutnya kita dibawa kedalam ruangan yang memajang hasil kerajinan mutiara ada macam-macam anting, cincin, liontin dengan harga cukup mahal. Ada juga cream muka, bubuk mutiara. Konon dulu permaisuri kaisar "Tzu hsi" yang terkenal cantik dan selalu awet muda karena minum bubuk mutiara...ayo siapa yang mau tetap awet muda kayak Ibu suri  Tzu hsi harus minum bubuk mutiara katanya, bukan kata saya loh...

Literature mengenai Tzu hsi bisa dibaca dari buku karangan :

1. Anchee Min - Empress Orchid                                                                                

2. Pearl S. Buck - Maharani

Tidak terasa hari telah menjelang tengah hari,  kita dibawa ke restoran (namanya lupa) untuk  santap siang dan check in hotel untuk mandi dan istirahat.

Sore setelah istirahat sebentar, kita diminta kumpul di lobby untuk pergi nonton Acrobat show. Acara ini adalah salah satu agenda bagi semua turis yang ke Beijing, kita cukup beruntung masih bisa menikmati acara ini karena keesokan harinya, kita mendapat informasi dari tour leader bahwa acara acrobat show ditiadakan sementara untuk menghormati korban gempa bumi di Propinsi Sichuan pada Senin, 12 May 2008 dengan korban 80 ribu jiwa. Waktu sampai di gedung acrobat show sudah ramai rombongan dari tour lain, suasananya gedungnya mengingat kita pada saat nonton  bioskop jaman dulu ditanah air. Acrobat show berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan atraksi yang lumayan bagus, permainan lampu dan layar latar yang berganti-ganti dengan setting masa kerajaan cina tempo dulu. Perjalanan hari ini diakhiri setelah makan malam di Peking duck restoran.

Hari ke 2

Setelah breakfast rombongan kembali menaiki bus untuk menuju Lapangan Tian An Men yang terkenal, disini pada 14 Juni 1989 para mahasiswa prodemokrasi Cina mengadakan demontrasi besar2an, kemudian dijawab oleh pemerintahan komunis china dengan mengerahkan tank2 untuk membubarkan demontrasi yang memakan banyak korban dari para mahasiswa. Di Tian An Men juga tersimpan jasad pemimpin besar cina Mao tze dong yang telah dibalsem dan masih utuh seperti orang tidur. Jasad asli Mao tse dong tersimpan diruang tertentu tidak boleh diperlihatkan pada pengunjung, yang dilihat pengunjung hanya replika dari mayat Mao tse dong. Cuaca di Tiananmen agak gerimis agar tidak basah terpaksa merogoh saku mengeluarkan 10 yuan untuk payung. Kita diminta foto rombongan dengan local fotographer dan bagi yang mau pesan, photonya akan diantarin ke hotel. Dari Tiananmen kita menyebrangi terowongan menuju kota terlarang(Forbidden city), yang merupakan kompleks istana kaisar pada dynasti Ming dan Qing. Kenapa dinamain kota terlarang karena pada jaman dahulu rakyat biasa tidak boleh masuk kecuali anak laki2 yang mau jadi kasim (anak laki2 yang dikebiri). Kota terlarang di bangun pada tahun 1406-1420 dengan luas sekitar 72 ha dengan dikelilingi oleh sungai, jadi bagi turis hanya bisa mengunjungi sebagian saja itu juga sudah capek, jalan dari lapangan Tiananmen yang cukup luas ditambah dengan forbidden city.

Dari forbidden city kita menuju toko obat herbal-Tong Ren Tang yang terkenal di Beijing, Disini kita dibawa keruangan seperti kelas dan diberi penjelasan mengenai sejarah obat ini pertama kali berdiri dan mengenai tabib-tabib yang katanya adalah masih keturunan tabib yang dulu melayani kaisar. Karena kita dari Indonesia maka presenter yang disediakan yang bisa berbahasa Indonesia. Presenternya adalah seorang laki2 kira2 berumur diatas 60 tahunan, ternyata adalah wong jowo dengan logat jawa yang masih kental, dia sudah lama tinggal di Beijing. Setelah penjelasan selesai, maka tabib2nya dipanggil masuk ruangan, bagi peserta yang mau diperiksa dipersilakan. Ada sebagian teman mau diperiksa, sambil memegang denyut nadi dengan bantuan penterjemah tabib itu memberitahu mengenai keluhan2 yang diderita oleh pasien dadakan dan kelihatan pada mangut2 saja  tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh tabib tersebut. Saya dan beberapa teman memilih jasa pijat refleksi yang disediakan dengan membayar 20 yuan. Akhirnya pemeriksaan selesai, kemudian tabib tersebut membuka resep obat dengan harga yang cukup mahal, ada yang 5 juta, 7juta bahkan ada yang sampai 12 juta. Entah pengaruh sugesti atau merasa tidak enak karena sudah diperiksa,  para peserta akhirnya merogo dompet dan mengeluarkan kartu kredit untuk digesek.

Setelah makan siang kita menuju ke Panda house, kebun binatang di Beijing yang mempunyai beberapa ekor panda. Pusat penangkaran panda yang terbesar ada di Cheng du, propinsi Sichuan yang kena gempa besar, mudah2an pandanya pada selamat semua. Di Panda house pandanya  tidak banyak dan hanya bisa dilihat dari ruangan yang kandangnya dibatasi oleh kaca tebal dan panda2nya ada dibalik kaca tersebut. Selain ada panda dikebun binatang ini juga ada binatang lainnya seperti burung dan lainnya, karena tujuan kesana hanya untuk melihat panda maka sehabis melewati kandang panda peserta kemudian kembali naik bus menuju pabrik sutera.

Di Pabrik sutera kita diberi penjelasan mengenai proses pembuatan barang kerajinan sutera. Seperti baju-baju, bantal guling dan lukisan sutera yang rata-rata harga mahal. 

Selanjutnya peserta dibawa ke Yaxiu market, kalau di Jakarta seperti mangga dua, uniknya semua pegawainya cewek. Sebelum turun dari bus kita sudah diberitahu bahwa harga disini kebanyakan bisa ditawar tergantung kepintaran kita menawar, kalau beruntung bisa dapat harga discount sampai 70 persen. Acara shoppingpun dimulai...disini tersedia kaos, tas dan sepatu bermerk tapi aspal, juga tersedia barang elektronik dan survenir. Ada teman yang beli IPhone  apple aspal hanya satu juta, harga IPhone asli sekitar empat jutaan. Karena keasyikan belanja tidak terasa hari makin malam dan perutpun sudah lapar, maka kita menuju restoran untuk makan malam dan kembali kehotel.

Hari ke 3

Pagi harinya setelah breakfast dihotel, kita menuju bus yang akan mengantar para peserta ke Great wall (Tembok besar). Tetapi sebelum sampai di Great wall ditengah jalan kita mampir ke pabrik giok. Di pabrik giok ini adalah pusat kerajinan giok yang terbesar di Beijing, disini kita diberi penjelasan mengenai daerah asal penghasil giok , manfaat giok untuk kesehatan,  cara membedakan giok yang bagus atau tiruan. Setelah selesai, kita dipersilakan untuk melihat-lihat giok-giok yang ada dipajangan semua sudah dibentuk dalam perhiasan atau pajangan, ada kualitas yang bagus dengan harga yang fantastic, kualitas medium,  dan yang disale.  Kemudian dari pabrik giok perjalanan dilanjutkan ke Great wall, kira-kira jam sebelas kita sudah sampai di Badaling salah satu tempat dimana Tembok besar berada sekitar 70 km dari Beijing, yang bisa dikunjungi oleh turis. Selain di Badaling ada beberapa bagian tembok besar lagi yang bisa  dikunjungi dikota lain dan selebihnya tidak bisa dikunjungi karena tidak terawat dan sulit terjangkau. Tembok besar adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan satu2nya bangunan dibumi yang bisa dilihat dari bulan. Dibangun dari abad ke 6 sebelum masehi sampai abad ke 16 masehi untuk melindungi kekaisaran china dari serangan suku-suku dari asia tengah. Di Great wall para turis mendaki dengan menaiki tangga melewati tower satu ke tower yang lain dengan jumlah turis yang cukup banyak. Pendakian ini cukup melelahkan juga dengan tiupan angin yang sangat kencang, ada turis yang hanya sampai di tower kedua sudah tidak kuat, ada yang bisa sampai ketempat dimana kita bisa membuat sertifikat/plakat yang menyatakan bahwa telah pernah mendaki tembok besar dengan membayar uang 40 yuan.

Dari Great wall  rombongan dibawa ke sebuah lokal restoran yang tidak jauh perjalanan dari Great wall. Restoran tersebut terdiri dari dua lantai, lantai pertama untuk galery hasil kerajinan keramik dan lantai kedua untuk restoran. Setelah selesai makan kita menuju ke galery untuk melihat-lihat, barang-barangnya seperti guci, pajangan2 dan lukisan harganya terbilang cukup mahal.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju kuburan kaisar ming (Ming Tomb). Satu lagi tempat wisata yang banyak dkunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Cina. Bangunan makam dan pemandangan alam berbaur menjadi satu, merupakan contoh tipikal bangunan makam kaisar di Tiongkok. Sesuai namanya ini adalah kompleks makam dinasti Ming. Di bukit itu sebenarnya ada 13 makam, tapi yang dibuka hanya 1 makam, yaitu makamnya raja Dingling. Makamnya terletak 27 m di bawah tanah, ekivalen dengan gedung 9 tingkat. Istana bawah tanah terdiri dari ruang-ruang depan, tengah, belakang, kiri dan kanan yang luas dan tinggi serta bersambungan, seluruhnya berstruktur batu. Kami musti turun tangga untuk menuju ke Istana Bawah Tanah. Barang kekayaan yang ditemukan di Istana itu masih cukup lengkap dan terpajang rapi di museum yang berada di atas. Zaman dulu ada anggapan bahwa raja tidak pernah mati. Setelah meninggal dia tetap berkuasa, meskipun di bawah tanah.

Terakhir perjalanan hari ini adalah ke tempat shopping yang namanya Wang fu jing street. Tempat shopping ini sudah berumur kira2 700 ratus tahun adalah sebuah jalan yang panjang dan  luas diperuntukan khusus pejalan kaki. Sepanjang jalan kita bisa melihat mal yang menjual barang -barang dengan merek terkenal didunia, toko fashion, toko souvenir, toko buku dan restoran. Oriental Plaza adalah plaza yang paling besar di Wang fu jing street dan tidak jauh dari situ ada sebuah toko buku besar yang menjual buku literatur2 mengenai china yang sudah diterjemahkan kebahasa Inggris. Wang fu jing street terletak ditengah kota Beijing tidak jauh dari Tiananmen, bisa dijangkau dengan subway, Stasiun Wang fu jing (118) pada line 1 mempunyai pintu keluar membawa anda langsung menuju ke Oriental Plaza.

Bersambung dulu ah... cape


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help